Nonton Film Terdampar: Indosiar 2010
Hidup yang awalnya harmonis berubah menjadi penderitaan. Sang ibu lalu memutuskan untuk pindah ke kota besar bersama kedua anaknya, mencoba peruntungan. Namun, kerasnya kehidupan ibukota membuat mereka justru "terdampar" di pinggiran kota, tinggal di gubuk reot dekat rel kereta.
Suatu malam, terjadi badai besar yang menghancurkan kapal tempat sang ayah bekerja. Sang ayah dinyatakan hilang dan tidak ditemukan. Pencarian besar-besaran dilakukan, namun hasilnya nihil. Sang istri dinyatakan sebagai janda, dan ia pun harus membesarkan dua anaknya sendirian. nonton film terdampar indosiar 2010
Mengapa kata kuncinya menggunakan "nonton film terdampar indosiar 2010"? Karena pengalaman menonton saat itu sangat khas: iklan mie instan, sabun cuci, dan minyak goreng yang memecah cerita di momen paling klimaks, serta kualitas gambar 4:3 yang hangat. Film Terdampar (2010) mengisahkan tentang sebuah keluarga kecil yang bahagia: seorang ayah (diperankan oleh Adi Irwandi ), seorang ibu ( Lucky Perdana ), dan dua orang anak. Sang ayah adalah seorang nelayan sederhana yang setiap hari berjuang melawan ganasnya laut. Hidup yang awalnya harmonis berubah menjadi penderitaan
Konflik memuncak ketika sang ibu jatuh sakit keras dan tidak bisa bekerja. Anak sulung, seorang bocah laki-laki bernama Rendi (umur 12 tahun), harus menjadi tulang punggung keluarga. Ia bekerja menjadi pengemis, pengamen, dan kuli angkut demi membeli obat untuk ibunya. Spoiler untuk mereka yang lupa atau belum pernah nonton: Di akhir cerita, ketika Rendi hampir putus asa karena ibunya kritis, secara tidak sengaja ia bertemu dengan seorang pria kaya raya yang tengah beramal. Pria itu sangat terharu melihat perjuangan Rendi. Setelah ditelusuri, pria kaya itu tidak lain adalah ayah kandung mereka yang selamat dari badai dulu! Suatu malam, terjadi badai besar yang menghancurkan kapal
Selamat bernostalgia!
Apakah film ini secara teknis bagus? Tentu tidak. Kualitas audio kadang pecah, akting beberapa figuran kaku, dan dramanya bombastis. Namun, itulah pesonanya. film ini jujur, menyentuh, dan tidak pretensius.
